Sebagian besar orang menyebut Malang sebagai kota pariwisata, hal tersebut dikarenakan ada banyak tempat di Malang yang dapat digunakan sebagai tempat wisata, misalnya wisata air sengkaling, jalan ijen, alun-alun tugu, daerah pasar besar, pantai-pantai yang ada didaerah Malang selatan, musium Brawijaya, dan masih banyak lagi. Hanya saja, tidak banyak orang yang mengetahui bangunan bersejarah yang ada di Malang, yang mereka ketahui hanya “Malang masa kini”. Hal tersebut dikarekan banyaknya bangunan bersejarah yang telah dirubah bentuk dan fungsinya.
Jalan besar Ijen yang merupakan salah satu kawasan heritage Kota Malang yang selalu menjadi tempat diselenggarakannya Malang Tempo Doeloe (MTD), pasar Minggu, dan perhelatan Car Free Day saat ini mulai beralih fungsi menjadi kawasan perdagangan dan jasa. 
Kawasan Pasar Besar misalnya, pada jaman dahulu kawasan tersebut merupakan daerah pasar besar yang dulunya merupakan pasar tradisional yang teduh dan tenang dengan bangunan bersejarahnya, namun kawasan Pasar Besar yang sekarang telah berubah menjadi pertokoan yang penuh sesak dan selalu menyebabkan kemacetan akibat aktivitas di sepanjang pinggir jalan yang tidak semestinya. 
Pasar Besar Tahun 1930-an
Pasar Besar Masa Kini
Selain itu ada juga Alun-alun Malang sebagai pusat kegiatan sosial bagi masyarakat Malang dan daerah yang penuh dengan peninggalan sejarah, seharusnya bangunan bersejarah yang ada tetap dipertahankan. Tapi kenyataanya banyak yang sudah berubah, mulai dari penjara wanita yang berubah menjadi Kompleks Ramayana dan Gedung Societeit Concordia telah berubah menjadi Pertokoan Sarinah. Di kawasan jalan Kawi juga terdapat perubahan bentuk bangunan bersejarah, yakni sebuah gedung pertemuan yang bernama Gedung Kartini. Saat ini gedung tersebut sudah menjadi sentra perdagangan jasa yaitu Mal Olympic Garden (MOG). Sedangkan di daerah balai kota terdapat Gedung DPRD yang dirobohkan dan diubah menjadi bangunan baru yang bentuknya juga berubah dari asalnya.
Seperti yang kita ketahui bahwa Museum Brawijaya merupakan  satu bangunan di kawasan elit kota Malang yang menarik perhatian. Apabila diperhatikan, museum ini sudah kurang memberikan rasa nyaman bagi pengunjungnya. Penataan barang-barang peninggalan sejarah di museum ini sangat tidak teratur. Hal tersebut menunjukkan begitu minim perhatian pemerintah atau pihak terkait yang sudah mulai kurang memperhatikan tatanan atau keberadaan tempat-tempat yang berbau sejarah di Kota Malang ini. 
Kawasan jalan Ijen, jalan Kawi, dan alun-alun merupakan contoh dari sebagian kecil bangunan bersejarah yang mulai berubah fungsi dan bentuknya. Pembangunan di Kota Malang saat ini tidak memikirkan tata letak dan nilai sejarah dan hanya mementingkan urusan ekonomi dan politik. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan menghilangkan identitas atau ikon sejarah Kota Malang. Seharusnya, ada kebijakan khusus dari pemerintah yang melarang untuk merubah bentuk dan fungsi dari bangunan bersejarah yang ada, supaya kelestarian bangunan bersejarah yang ada tetap terjaga. Diperlukan juga kepedulian dari masyarakat maupun pemerintah pada upaya pelestarian bangunan sejarah di Kota Malang, agar bangunan bersejarah di Kota Malang dapat mendukung perkembangan sektor pariwisata.

Disusun oleh: 
     Dewi Kartini
     Cintya Nindyaarini
     Hadi Abdurrahman
     Hamzah Syaiful
     Rika Sukmaningrum
     Tiara Faradina Prasti

1 Comment:

  1. Alvath Tembria said...
    benar sekali

Post a Comment





Copyright 2014| Blogger Templates by Hadi Abdurrahman.
Ruang Kota Rumah Kita Mahasiswa Perencana.