Seperti yang telah diketahui, kemacetan yang cukup padat sering terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, M. Panjaitan dan MT. Haryono. Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan tersebut salah satu penyebabnya adalah kebijakan penutupan gerbang utama Universitas Brawijaya di depan Jalan Soekarno-Hatta oleh Pemkot Malang dan pembukaan gerbang baru Universitas Brawijaya di Jalan M. Panjaitan. Hal tersebut dilatarbelakangi akibat dari kelebihan daya beban jembatan Soekarno Hatta (Suhat) yang seharusnya hanya 30% saja dari beban penggunaan jalan yang diakibatkan kendaraan yang biasanya berhenti terlebih dahulu sebelum masuk kawasan UB, sehingga dibuka gerbang baru di jalan M. Panjaitan. Sebelumnya, pernah diberlakukannya peraturan lampu merah sebelum memasuki kawasan UB, namun yang terjadi kemacetan semakin bertambah parah sehingga peraturan tersebut dicabut. Meskipun Universitas Brawijaya telah menutup gerbang utama di Jalan Soekarno-Hatta dan membangun gerbang baru di Jalan M. Panjaitan, kemacetan masih tetap terjadi dan tidak jarang semakin bertambah parah khususnya pada hari dan jam masuk dan pulang kerja, terutama dari arah Jalan Soekarno-Hatta yang akan menuju ke Jalan M. Panjaitan dan MT. Haryono ataupun sebaliknya. 




 Gambar Gerbang baru UB di Jalan M. Panjaitan


            Penyebab kemacetan ini tidak lain adalah juga salah satu akibat dari ditutupnya gerbang UB depan Soekarno_Hatta dan pembukaan gerbang baru UB di Jalan M. Panjaitan. Bagaimana tidak, sejak ditutupnya gerbang utama UB depan Soehat, mahasiswa maupun karyawan yang sebelumnya keluar masuk melewati gerbang tersebut, kini jalur akses keluar masuk kawasan UB berada di gerbang Baru Jalan M. Panjaitan dan di Jalan MT. Haryono untuk akses masuk, dan di daerah pemukiman Jalan Watu Gong sebagai akses keluar dimana pada titik temu dengan jalan MT. Haryono lebar jalan tidak memungkinkan untuk mobil yang datang dari dua arah berlawanan. Alhasil, timbulah titik kemacetan baru di jalan M. Panjaitan dan MT. Haryono, terutama pada hari dan jam kerja. Ditambah lagi keberadaan lampu lalu lintas dengan waktu yang lama membuat tumpukan atau antrian kendaraan semakin panjang yang juga bersinggungan dengan jalur akses keluar masuk Universitas yang baru baik dari searah maupun lawan arah, juga jumlah mahasiswa yang tiap tahun juga semakin bertambah banyak turut menyumbang dan menambah jumlah kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang ada di Jalan.
            Apakah kemacetan yang terjadi di Jalan ‘Soepanhar’ sepenuhnya salah Universitas Brawijaya akibat kebijakan penutupan gerbang Suhat? Tentu saja tidak, masih banyak faktor penyebab kemacetan di Jalan ‘Soepanhar’, seperti angkutan umum yang berhenti sembrangan karena menaik turunkan penumpang, padahal terdapat halte yang dapat dimaksimalkan penggunaannya, pakir On Street illegal, PKL yang menjamur, penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi dan sarana perdagangan dan jasa yang semakin banyak di sekitar Jalan ‘Soepanhar’. Lalu, adakah upaya lain yang dilakukan pemerintah Kota Malang guna mengurangi kemacetan yang ada? Pemkot Kota Malang dalam waktu dekat ini akan memberlakukan sistem satu arah di Jalan MT. Haryono dan M. Panjaitan. Lalu? apakah ini merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Kawasan Jalan ‘Soepanjar’? atau menambah kemacetan semakin parah? Kita tunggu saja tanggal mainnya.


Oleh Kelompok 6:
Ardan Alif Ramadhan (125060607111007)
Inas Zharifah A. I. (125060601111018)
Mochamad Tegar Safi'i (125060601111003)
Mochamad Zulfa R. (125060602111002)
Suci Nur Rafika (125060600111024)
Vinanti Dwi K. (125060600111003

Mahasiswa PWK-FT UB

0 Comments:

Post a Comment





Copyright 2014| Blogger Templates by Hadi Abdurrahman.
Ruang Kota Rumah Kita Mahasiswa Perencana.