POLEMIK KEMACETAN JALAN SOEPANHAR (SOEKARNO-HATTA, M. PANJAITAN DAN JALAN MT. HARYONO), MENGAPA?
Posted by PWK 2012 at 5:22 AM
Seperti
yang telah diketahui, kemacetan yang cukup padat sering terjadi di Jalan
Soekarno-Hatta, M. Panjaitan dan MT. Haryono. Kemacetan yang terjadi di sepanjang
jalan tersebut salah satu penyebabnya adalah kebijakan penutupan gerbang utama
Universitas Brawijaya di depan Jalan Soekarno-Hatta oleh Pemkot Malang dan
pembukaan gerbang baru Universitas Brawijaya di Jalan M. Panjaitan. Hal
tersebut dilatarbelakangi akibat dari kelebihan daya beban jembatan Soekarno
Hatta (Suhat) yang seharusnya hanya 30% saja dari beban penggunaan jalan yang
diakibatkan kendaraan yang biasanya berhenti terlebih dahulu sebelum masuk
kawasan UB, sehingga dibuka gerbang baru di jalan M. Panjaitan. Sebelumnya,
pernah diberlakukannya peraturan lampu merah sebelum memasuki kawasan UB, namun
yang terjadi kemacetan semakin bertambah parah sehingga peraturan tersebut
dicabut. Meskipun Universitas Brawijaya telah menutup gerbang utama di Jalan
Soekarno-Hatta dan membangun gerbang baru di Jalan M. Panjaitan, kemacetan
masih tetap terjadi dan tidak jarang semakin bertambah parah khususnya pada
hari dan jam masuk dan pulang kerja, terutama dari arah Jalan Soekarno-Hatta
yang akan menuju ke Jalan M. Panjaitan dan MT. Haryono ataupun sebaliknya.
Gambar Gerbang baru UB di Jalan M. Panjaitan
Penyebab
kemacetan ini tidak lain adalah juga salah satu akibat dari ditutupnya gerbang
UB depan Soekarno_Hatta dan pembukaan gerbang baru UB di Jalan M. Panjaitan.
Bagaimana tidak, sejak ditutupnya gerbang utama UB depan Soehat, mahasiswa
maupun karyawan yang sebelumnya keluar masuk melewati gerbang tersebut, kini
jalur akses keluar masuk kawasan UB berada di gerbang Baru Jalan M. Panjaitan
dan di Jalan MT. Haryono untuk akses masuk, dan di daerah pemukiman Jalan Watu
Gong sebagai akses keluar dimana pada titik temu dengan jalan MT. Haryono lebar
jalan tidak memungkinkan untuk mobil yang datang dari dua arah berlawanan. Alhasil,
timbulah titik kemacetan baru di jalan M. Panjaitan dan MT. Haryono, terutama
pada hari dan jam kerja. Ditambah lagi keberadaan lampu lalu lintas dengan
waktu yang lama membuat tumpukan atau antrian kendaraan semakin panjang yang
juga bersinggungan dengan jalur akses keluar masuk Universitas yang baru baik
dari searah maupun lawan arah, juga jumlah mahasiswa yang tiap tahun juga
semakin bertambah banyak turut menyumbang dan menambah jumlah kepadatan dan
kemacetan lalu lintas yang ada di Jalan.
Apakah kemacetan yang terjadi di Jalan ‘Soepanhar’
sepenuhnya salah Universitas Brawijaya akibat kebijakan penutupan gerbang Suhat?
Tentu saja tidak, masih banyak faktor penyebab kemacetan di Jalan ‘Soepanhar’,
seperti angkutan umum yang berhenti sembrangan karena menaik turunkan
penumpang, padahal terdapat halte yang dapat dimaksimalkan penggunaannya, pakir
On Street illegal, PKL yang menjamur, penggunaan kendaraan pribadi yang semakin
tinggi dan sarana perdagangan dan jasa yang semakin banyak di sekitar Jalan ‘Soepanhar’.
Lalu, adakah upaya lain yang dilakukan pemerintah Kota Malang guna mengurangi
kemacetan yang ada? Pemkot Kota Malang dalam waktu dekat ini akan memberlakukan
sistem satu arah di Jalan MT. Haryono dan M. Panjaitan. Lalu? apakah ini
merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Kawasan
Jalan ‘Soepanjar’? atau menambah kemacetan semakin parah? Kita tunggu saja
tanggal mainnya.
Oleh Kelompok 6:
Ardan Alif Ramadhan (125060607111007)
Inas Zharifah A. I. (125060601111018)
Mochamad Tegar Safi'i (125060601111003)
Mochamad Zulfa R. (125060602111002)
Suci Nur Rafika (125060600111024)
Vinanti Dwi K. (125060600111003
Mahasiswa PWK-FT UB
Oleh Kelompok 6:
Ardan Alif Ramadhan (125060607111007)
Inas Zharifah A. I. (125060601111018)
Mochamad Tegar Safi'i (125060601111003)
Mochamad Zulfa R. (125060602111002)
Suci Nur Rafika (125060600111024)
Vinanti Dwi K. (125060600111003
Mahasiswa PWK-FT UB
0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment