Posted by
PWK 2012
at
3:12 AM
RUKO DAN MALANGKU
Malang pada awalnya
memiliki semboyan ”Malang Kota Bunga” yang berarti Kota Malang ini dipenuhi dengan
bunga-bunga dan ruang terbuka hijau yang sangat banyak. Malang merupakan kota terbesar
kedua setelah Surabaya dan Malang masih terus berkembang sampai saat ini
sehingga banyak dilakukan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan dan mendukung
aktivitas di dalam dan di luar kota, misalnya pembangunan yang kini banyak
terjadi adalah pembangunan untuk menunjang perekonomian kota dan pendapatan
daerah yaitu pembangunan ruko di sepanjang jalan.
Banyaknya pembangunan
ruko mengakibatkan beberapa dampak positif dan negatif. Dampak positif dari adanya ruko-ruko
tersebut adalah akses yang mudah untuk mendapatkan pelayanan jasa ataupun
barang yang dibutuhkan masyarakat serta meningkatnya perekonomian lokal dan
juga mendukung pendapatan daerah. Namun, dengan adanya pembangunan yang sangat
signifikan dengan peraturan yang masih kurang tegas dan tidak adanya
pengendalian yang baik menimbulkan dampak negatif yaitu berkurangnya ruang
terbuka hijau dan banyaknya perkerasan terhadap tanah yang dilakukan untuk
mempermudah akses perjalanan ataupun untuk lahan parkir akibatnya lahan untuk peresapan air berkurang, tingkat
penyerapan air tanah berkurang
dan terjadi genangan bahkan banjir. Genangan air sering terjadi di jalan-jalan utama
seperti Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Veteran, Jalan Borobudur, Jalan L.A
Sucipto, Jalan Gajayana, dan lain-lain.
Ragam bunga dan tanaman yang ada di kota malang semakin berkurang. Penanaman kelapa sawit atau pohon palem di samping
jalan, median jalan dan di taman merupakan program dari Pemerintah Kota untuk
memperindah kota tetapi kelapa sawit atau pohon palem merupakan jenis tanaman
yang tidak begitu optimal menyerap polusi atau gas karbon dioksida, akibatnya
udara di Kota Malang sudah tidak semurni dan sesejuk dulu dan dengan adanya
program ini membuat predikat “Kota Bunga” kurang tepat lagi bagi Kota Malang.
|
|
Gambar 1.1 Macet di Jalan Soekarno Hatta Gambar 1.2 Ruko di Jalan Borobudur
sumber: surya
sumber:
surya
|
Gambar 1.3 Banjir di Jalan
LA. Sucipto
sumber: metrotimes
Dampak negatif lainnya
berpengaruh terhadap lalu lintas diantaranya berkurangnya pedestrian bagi
pejalan kaki, bertambahnya parkir on street dan kemacetan karena pembangunan
ruko-ruko pada akhir-akhir ini hanya mempertimbangkan faktor ekonomi dan kurang
mempertimbangkan luas area parkir dan lebar jalan. Contohnya parkir on
street karena ruko tersebut tidak memiliki akses parkir ataupun lahan
parkir yang ada kurang memadai. Hal tersebut juga menyebabkan
terjadinya kepadatan jalan atau kemacetan.
Kemacetan tersebut juga dapat mempengaruhi
tingkat stress masyarakat yang melewati jalan-jalan tersebut terutama pada
jam-jam sibuk. Dampak lain akibat adanya pembangunan ruko di Kota Malang adalah
berkurangnya pedestrian atau tempat
pejalan kaki. Seharusnya dalam pembangunan ruko juga harus memperhatikan ruang
bagi pejalan kaki yang melewati jalan tersebut.
Persebaran Ruko di Kota Malang yang tidak terkendali juga membuat
struktur kota menjadi tidak ideal.
Untuk itu perlu adanya ketegasan pemerintah dalam menegakkan
hukum
yang menyangkut lingkungan
antara lain yaitu penyeimbangan kawasan resapan air hujan
dan kawasan terbuka hijau khususunya
pada
pembangunan ruko. Selain itu adalah perlunya melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses
penyusunan rencana sampai pada
pelaksanaannya sehingga tujuan yang dicapai itu sesuai dan mampu menyelesaikan
permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat tersebut serta menggunakan peran
seluruh komponen masyarakat dalam memelihara dan melindungi kualitas lingkungan
hidup yang ada.
Disusun Oleh:
Narisa Maulida
Frans Benotius
Mia Ulfa Januandari
Bayu Andhika
Rizki Pratomo
Dina Hanifasari
Nur Ika
0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




Post a Comment