![]() |
| Proses Pembangungan Mall Dinoyo City |
1. Proses awal
Proses
pembangunan MDC (Mall Dinoyo City) ini sudah mulai bermasalah pada saat
peletakan batu pertama. Pada peletakan batu pertama pada akhir 2012 tahun lalu
pembangunan sempat di ilegalkan oleh DPRD Kota Malang. Pasalnya dalam proses
penandatanganan kerjasama (PKS) tidak mengikutsertakan DPRD dalam pengambilan
keputusan. Pengambilan keputusan ini hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota
Malang dan investor. Hal inilah yang sempat bermasalah karena tidak
mengikutsertakan DPRD dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan. Padahal
seharusnya dalam kontrak kerjasama MDC ini terdiri dari 3 pihak yaitu Investor,
Pemkot, dan DPRD Kota Malang.
2.
Lokasi
Lokasi
Mall Dinoyo City dianggap bermasalah . Lokasinya yang berada tepat bersebelahan
dengan sarana pendidikan tidak baik karena seharusnya pusat perdangan tidak boleh berdekatan dengan pendidikan. Dengan
pembangunan MDC yang berada tepat disebelah sarana pendidikan yaitu Universitas
Islam Malang (UNISMA) ini akan menimbulkan kebisingan dan mengganggu jalannya
proses perkuliahan. Selain itu akan memunculkan sikap konsumerisme masyarakat
terutama para mahasiswa di sekitar kampus.
3.
Berpotensi menimbulkan kemacetan
MT
Haryono adalah jalan yang paling sering terjadi kemacetan. Kemacetan ini
dipengaruhi karena sebagai jalur lintas antar beberapa universitas yaitu
Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, dan Universitas Muhammadiyah
Malang. Kemacetan terjadi setiap hari terutama pada jam kerja dan weekend. Pada weekend, jalan ini menjadi satu-satunya akses utama dari Kota
Malang menuju Kota Batu. Sehingga volume kendaraan tidak sebanding dengan lebar
jalan yang ada.
Ironisnya,
pada pada area ini kembali ada pembangunan sarana perdagangan skala regional
yaitu Mall Dinoyo City (MDC). Walaupun nantinya MDC akan menyediakan tempat
parkir, namun dengan tata guna lahan perdangan ini tentunya akan menarik
masyarakat lebih banyak lagi untuk melintas di jalan ini. Volume kendaraan akan
semakin tinggi dan berpotensi menimbulkan kemacetan yang cukup parah terutama
pada jam kerja dan weekend.
Dipostkan Oleh: Mahasiswa PWK FT-UB
Disusun Oleh kelompok 5:
Abdu
Aufa (125060601111012), Armei Rapuddin (125060600111062), Bayu Afief
Hermawan (125060607111006), Fadhilla Nur Nabilla (125060607111013),
Noufal Rizqi Nur R. (125060600111015), Octavera Indah P.S
(125060607111008)
Dipostkan Oleh: Mahasiswa PWK FT-UB 0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


Post a Comment