Traffic Light & East Gate of Brawijaya University, Would Be A Win-Win Solution to The Congestion on The Soehat Bridge?
Posted by PWK 2012 at 3:06 AM
Traffic
Light & East Gate of Brawijaya University, Would Be A Win-Win Solution to
The Congestion on The Soehat Bridge?
Jembatan
Soekarno-Hatta (Soehat) Malang yang terletak pada Jalan Soekarno Hatta
dan mengarah langsung pada pintu gerbang masuk Universitas Brawijaya
sebelah timur dibangun pada tahun 1980. Jembatan ini menjadi pemicu munculnya
pembangunan pusat kota baru dan turut pula menjadi pemicu sentra perumahan dan
perdagangan. Akibat dari pembangunan yang tumbuh pesat jembatan ini lama
kelamaan sering dilalui banyak kendaraan dan bervariasi pula kendaraan yang
melewatinya. Dari banyaknya kendaraan yang lewat tersebut terjadilah kemacetan
yang terjadi di sepanjang jembatan hal ini dikarenakan jembatan tersebut
memiliki tiga persimpangan yang berbeda ada yang belok kiri menuju arah
kecamatan Penanggungan dengan melewati Jalan Mayjend Panjaitan, lurus terus
menuju Universitas Brawijaya, dan ke kanan menuju arah Dinoyo dengan melewati
Jalan M.T Haryono. Pada jam-jam tertentu jembatan ini sering mengalami
kemacetan yang sangat parah diantaranya jam tujuh pagi atau jam berangkat kerja
dan jam lima petang atau jam pulang kerja. Kemacetan yang tidak terbendung lagi
mengisyaratkan jika hal ini terus terjadi lama-kelamaan jembatan itu dapat
runtuh sama halnya dengan Jembatan Mahakam.
Kekebijakan
yang diterapkan Pemerintah Kota Malang
Kebijakan
yang diterapkan Pemerintah Kota Malang yaitu adanya pemasangan Rambu Lalu
Lintas yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Selain itu petugas Dishub juga
memasang rambu larangan kendaraan berat melintas di jembatan Soekarno-Hatta.
Pada pintu masuk sebelah timur Univesitas Brawijaya sudah ditutup total hingga
saat ini. Untuk kendaraan yang hendak mengarah ke Dinoyo diarahkan melewati
jalur Karangploso-Penden. Kebijakan tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil uji
forensik terhadap jembatan Soehat yang menyebutkan jembatan Soehat cukup
membahayakan untuk dilewati kendaraan dengan beban lebih dari tujuh ton. Selain
itu ada beberapa isu yang muncul dari surat kabar bahwa sepanjang jalan dari
persimpangan Jalan Sumber Sari sampai dengan Jalan Mayjend Pandjaitan akan
dijadikan jalan satu arah dan jalan tersebut akan berputar pada Jalan Bandung
sampai Jalan Veteran dan bertemu kembali pada persimpangan di Jalan Sumber
Sari.
Kebijakan
yang baru-baru ini di rencanakan Pemerintah Kota Malang masih belum dirasakan
manfaatnya dikarenakan meskipun pada Jembatan tidak terjadinya tundaan (macet)
tetapi pada ruas jalan-jalan tertentu seperti tempat untuk berputar arah
(U-Turn) mengalami tundaan yang cukup lama. Selain itu karena gerbang timur
Universitas Brawijaya dipindahkan kurang lebih 150 meter dari lokasi awal
gerbang tersebut berada saru jalur dengan jalan Mayjend Panjaitan maka para
pengemudi kendaraan bermotor yang ingin menuju Universitas Brawijaya sering
mengakibatkan Kemacetan dan bahkan terkadang terjadi kecelakaan.
Dengan
Mengadaptasi sistem transportasi di Jepang penulis merencanakan sistem yang
serupa yaitu TDM Park & Ride (Transportasi Demain), yaitu
adanya tiga variasi penggunaan kendaraan umum dan pribadi yaitu full-mall
dimana pengguna kendara pribadi dan umum harus berhenti pada lokasi tertentu
dan harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Transit-Mall yaitu pengguna
kendaran pribadi harus berhenti dan transit menggunakan kendaraan umum dan
untuk rute jalannya isa menjadi dua arah. Dan terakhir Semi-Mall kendaraan
pribadi dan umum boleh melalui jalan tersebut dengan syarat jalan yang
digunakan satu arah saja.
0 Comments:
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment